Jangan biarkan anak usia -2 tahun nonton TV

Mediaku-American Academy of Pediatrics (AAP), sebuah lembaga pendidikan yang konsen di bidang kesehatan anak di Amerika, merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menonton televisi.

Menurut APP, pernyataan bahwa program TV bermanfaat untuk membantu anak-anak dalam belajar ternyata tidak terbukti. Malah sebaliknya, temuan terbaru menjukkan bahwa menonton televisi justru menimbulkan masalah tidur dan tertundanya kemampuan bicara anak.

Rekomendasi yang disampaikan dalam sebuah konferensi bulan oktober 2011 itu, juga menyarankan agar orang tua menjauhkan anak dari televisi dan mengarahkan anaknya bermain ketimbang menonton televisi.

Bahkan televisi yang menjadi latar belakang dalam kegiatan anak-anak dianggap bisa mempengaruhi perkembangan anak. Karena, latar belakang suara televisi bisa mengalihkan perhatian anak dari kegiatan bermainnya yang bermanfaat. Latar belakang televisi juga kemungkinan mengalihkan perhatian orang tua karena membuat mereka tidak berbicara atau berinteraksi dengan anak-anaknya.

Namun sayanganya, rekomendasi tersebut sangat berkebalikan dengan fakta yang terjadi dimasyarakat umum. Menurut riset pada 2007 di Amerika, sekitar 90 persen orang tua mengatakan bahwa anak-anak mereka yang berusia kurang dari dua tahun menonton berbagai tayangan televisi. Pada usia tiga tahun, hampir sepertiga dari anak-anak tersebut mempunyai televisi di kamar tidurnya.

Untuk mengimbangi hal tersebut, para orang tua disarankan agar membuat strategi guna mengatur jadwal menonton televisi anak-anak mereka. Idealnya anak berusia di bawah dua tahun menonton televisi bersama-sama orang tuanya. (don)

Short URL: http://mediaku.org/?p=65

Posted by on Jan 14 2012. Filed under Berita, Bijak Media, Dampak media, Televisi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

120x600 ad code [Inner pages]