<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mediaku</title>
	<atom:link href="http://mediaku.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediaku.org</link>
	<description>Pusat Studi Komunikasi dan Literasi Media</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 16:15:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Terlalu banyak main games bisa mati empati</title>
		<link>http://mediaku.org/terlalu-banyak-main-games-bisa-mati-empati/</link>
		<comments>http://mediaku.org/terlalu-banyak-main-games-bisa-mati-empati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 15:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[MEDIAKU &#8211; Ini mungkin sebuah peringatan bagi orang tua yang anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu dengan bermain games. Krena game elektronik, seperti game komputer maupun video game ternyata mampu mengubah cara seseorang berhubungan dengan manusia lain, terutama menghambat hubungan tulus penuh perasaan. Kesimpulan ini dilaporkan oleh sekelompok lembaga nirlaba untuk pemberdayaan orang muda, Kids and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/mario.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-117" title="Games Mario" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/mario.jpg" alt="" width="150" height="119" /></a>MEDIAKU &#8211; Ini mungkin sebuah peringatan bagi orang tua yang anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu dengan bermain games. Krena game elektronik, seperti game komputer maupun video game ternyata mampu mengubah cara seseorang berhubungan dengan manusia lain, terutama menghambat hubungan tulus penuh perasaan.</p>
<p>Kesimpulan ini dilaporkan oleh sekelompok lembaga nirlaba untuk pemberdayaan orang muda, Kids and Media dan Wings South West di Inggris.</p>
<p>Anak-anak itu dikatakan terancam kehilangan empati dan tidak lagi bisa merasakan &#8216;hubungan yang sejati&#8217;. Terlebih sebagian besar dari anak-anak ini kurang waktu tidur akibat kecanduan main game. Dan, jadilah mereka para zombie hidup. &#8220;Kami tahu ada beberapa anak yang selalu kelihatan teler. Bukan hanya gara-gara narkoba, tapi mereka kurang tidur karena main games terus,&#8221; ujar Paul Bowser, pekerja sosial dari Wing South West di Bideford, Devon</p>
<p>Senada, Robert Hart Fletcher dari Kids and Media, kelompok nirlaba yang memusatkan informasi seputar penggunaan media digital pada anak mengatakan, setelah sekian lama adanya permainan elektronik di pasaran, saat ini makin terlihat dampaknya pada anak-anak.</p>
<p>&#8220;Di masa lalu, manusia memiliki hubungan tulus dengan empati dan kasih sayang, yang sudah terganti dengan hubungan virtual. Hubungan virtual tidak mengharuskan seseorang untuk menunjukkan empati atau rasa kasih. Ini sudah memengaruhi cara anak-anak berinteraksi [dengan manusia lain] dalam hitungan harian,&#8221; kata Fletcher.</p>
<p>Pentingnya interaksi interpersonal dalam menentukan masa depan anak tidak boleh diabaikan.</p>
<p>Ini merupakan bagian tugas orangtua dalam menciptakan batasan aman pada anak. Kebanyakan komputer dan konsol saat ini sudah memiliki pengatur waktu. (don/dailymail)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/terlalu-banyak-main-games-bisa-mati-empati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AJI: Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Naik</title>
		<link>http://mediaku.org/aji-pelanggaran-kode-etik-jurnalistik-naik/</link>
		<comments>http://mediaku.org/aji-pelanggaran-kode-etik-jurnalistik-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 18:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Mediaku- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) prihatin dengan meningkatnya kasus pelanggaran kode etik di era kebebasan pers. Laporan publik memperlihatkan peningkatan pengaduan masyarakat terkait profesionalisme wartawan. &#8220;Tahun 2010 terjadi 442 pengaduan pelanggaran kode etik dan hal ini cenderung meningkat dibanding 10 tahun lalu yang hanya 128 pengaduan,&#8221; kata Ketua AJI Indonesia, Nezar Patria, saat Konfrensi AJI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/wajah-retak-media.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-111" title="wajah retak media" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/wajah-retak-media.jpg" alt="" width="82" height="122" /></a>Mediaku- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) prihatin dengan meningkatnya kasus pelanggaran kode etik di era kebebasan pers. Laporan publik memperlihatkan peningkatan pengaduan masyarakat terkait profesionalisme wartawan.</p>
<p>&#8220;Tahun 2010 terjadi 442 pengaduan pelanggaran kode etik dan hal ini cenderung meningkat dibanding 10 tahun lalu yang hanya 128 pengaduan,&#8221; kata Ketua AJI Indonesia, Nezar Patria, saat Konfrensi AJI Padang, Sabtu, 29 Oktober 2011.</p>
<p>Menurut Nezar, di tahun 2009, angka pengaduan pelanggaran kode etik mencapai 424 kasus. Kondisi ini muncul karena persoalan pemahaman wartawan terkait etika jurnalistik. Berdasar hasil survei, hanya 20 persen dari jurnalis yang membaca Kode Etik Jurnalistik.</p>
<p>Ia khawatir, jika survei yang sama dilakukan saat ini, angka tersebut terus menurun. &#8220;Kami mengkritik pemerintah, namun sayang bila jurnalis tidak memahami kode etik,&#8221; tambah Nezar.</p>
<p>Dalam hal kebebasan pers, Nezar mengungkapkan, Indonesia masih jauh lebih baik dari negara-negara di Asia Tenggara. &#8220;Filipina menjadi saingan Indonesia dalam hal ini, tapi kita masih jauh lebih baik bila dilihat dari angka pembunuhan atau kekerasan terhadap wartawan,&#8221; ujarnya. (vivanews)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/aji-pelanggaran-kode-etik-jurnalistik-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecanduan Smartphone Bikin Stres Makin Tinggi</title>
		<link>http://mediaku.org/kecanduan-smartphone-bikin-stres-makin-tinggi/</link>
		<comments>http://mediaku.org/kecanduan-smartphone-bikin-stres-makin-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 18:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak media]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[LONDON &#8211; Ketika tidak ada pesan yang masuk ke ponsel cerdasnya, orang yang menderita kecanduan smartphone akan merasakan stres. Pecandu biasanya juga merasa terobsesi untuk mengecek keberadaan pesan masuk. Dilansir InternationalBusinessTimes, Minggu (15/1/2012), selain itu, para peneliti dari University of Worcester juga menemukan bahwa beberapa pengguna bahkan merasakan &#8216;getaran gaib&#8217;, yaitu ponsel cerdasnya seolah-olah bergetar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/ponsel.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-108" title="ponsel" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/ponsel.jpg" alt="" width="135" height="74" /></a>LONDON &#8211; Ketika tidak ada pesan yang masuk ke ponsel cerdasnya, orang yang menderita kecanduan smartphone akan merasakan stres. Pecandu biasanya juga merasa terobsesi untuk mengecek keberadaan pesan masuk.</p>
<p>Dilansir InternationalBusinessTimes, Minggu (15/1/2012), selain itu, para peneliti dari University of Worcester juga menemukan bahwa beberapa pengguna bahkan merasakan &#8216;getaran gaib&#8217;, yaitu ponsel cerdasnya seolah-olah bergetar padahal tidak ada panggilan atau pesan yang masuk.</p>
<p>Saat ini ponsel cerdas yang menawarkan akses cepat dan mudah menuju internet, telah makin banyak digunakan untuk membantu kapasitas profesional penggunanya. Namun yang menjadi pemicu stres pada pecandu smartphone adalah penggunaannya dalam ranah  pribadi, misalnya untuk memonitor jejaring sosial dan berita. Jadi bukan disebabkan oleh kapasitas profesional pekerjaannya.</p>
<p>&#8220;Ponsel cerdas makin sering digunakan untuk membantu orang tetap bersentuhan dengan berbagai aspek kehidupan mereka. Namun makin sering menggunakannya, kita akan makin merasakan sedikit ketergantungan terhadap alat tersebut, dan sebenarnya malah menimbulkan stres,&#8221; tandas Richard Balding, psikolog di Department of Psychology University of Worcester, sekaligus penulis penelitian tersebut.</p>
<p>Menurut Balding, sekarang banyak orang yang memiliki smartphone sehingga cukup menakutkan melihat efek yang ditimbulkan pada kehidupan penggunanya serta jumlah waktu yang dihabiskan untuk ponsel cerdas tersebut. Jumlah waktu itu semakin meningkat dan ikut meningkat seiring bertambahnya aplikasi baru.</p>
<p>&#8220;ini tentang cara menimbang baik atau buruk, dan mengambil jalan tengah dengan penggunaan yang moderat. Lewat penelitian ini, saya menemukan bahwa pengguna mengidap ketergantungan pada ponsel cerdas miliknya, dan mereka menderita rasa terasing ketika tidak mendapat pesan atau ponsel cerdasnya tidak berbunyi,&#8221; tambahnya. (okezone)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/kecanduan-smartphone-bikin-stres-makin-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baca email lewat kacamata</title>
		<link>http://mediaku.org/baca-email-lewat-kacamata/</link>
		<comments>http://mediaku.org/baca-email-lewat-kacamata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 13:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Mediaku-Membuka Email lewat laptop, atau lewat seluler, itu sudah biasa. Nah, bagaimana kalau mengakses internet atau membuka pesan email lewat kaca mata ? Nah, itu baru luar biasa. Mungkin karena terinspirasi film Mission Impossible yang dilakoni oleh Keanu Reeves, dimana salah satu aksinya menerima pesan lewat kacamata hitam. Baru-baru ini, Lumus sebuah perusahaan asal Israel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_92" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/kacamata-canggih-pd-18-2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-92" title="Kacamata Canggih pd-18-2" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/kacamata-canggih-pd-18-2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Kacamata Canggih PD-18-2</p></div>
<p><strong>Mediaku</strong>-Membuka Email lewat laptop, atau lewat seluler, itu sudah biasa. Nah, bagaimana kalau mengakses internet atau membuka pesan email lewat kaca mata ? Nah, itu baru luar biasa.</p>
<p>Mungkin karena terinspirasi film Mission Impossible yang dilakoni oleh Keanu Reeves, dimana salah satu aksinya menerima pesan lewat kacamata hitam.</p>
<p>Baru-baru ini, Lumus sebuah perusahaan asal Israel yang bergerak dalam teknologi visual, mengeluarkan produk kacamata yang memungkinkan penggunanya melihat gambar dengan resolusi tinggi melalui kaca mata.</p>
<p>Produk kaca mata yang diberi nama PD-18-2 itu bekerja dengan mengumpulkan komponen-komponen gambar dari layar mikro kemudian memproyeksikannya ke mata dan menciptakan citra visual besar dengan resolusi SVGA.</p>
<p>Secara prinsip kaca mata tersebut seperti layar monitor komputer namun ditanam dalam kacamata sehingga penguna dapat menerima pesan sambil berjalan atau melakukan aktifitas sehari-hari. Alat ini dinilai berguna bagi sistem GPS portabel.</p>
<div id="attachment_93" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/tampilan-layar-kacamata-canggih-pd-18-2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-93" title="tampilan-layar-kacamata-canggih-pd-18-2" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/tampilan-layar-kacamata-canggih-pd-18-2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan layar kacamata canggih PD-18-2</p></div>
<p>Sebelumnya, Lumus mengeluarkan produk serupa yang dipasarkan khusus untuk kepentingan militer.&#8221;Setelah sukses dengan generasi pertama, PD-18-1 dalam pertempuran udara, tentara, dan aplikasi perakitan, kami senang merilis generasi berikutnya PD-18-2 yang membawa kami ke level lebih tinggi,&#8221; kata Eli Glikman, perwakilan perusahaan Lumus, seperti dikutip Daily Mail.</p>
<p>Meski hanya dipasarkan khusus untuk kepentingan militer, Namun kemunculan produk tersebut telah menuai kritik, karena kacamata tersebut dinilai dapat membahayakan penggunanya.</p>
<p>Salah satu komentator di sebuah blog teknologi, Erin Atlman menulis,&#8221;Ide buruk! Sama seperti perangkat hands-free ponsel, alat ini akan membuat pengguna tidak awas. Mereka berpikir tetap bisa melihat sekitar, padahal mereka akan terlalu fokus pada layar.&#8221;</p>
<p>Komentator lain menulis,&#8221; Sudah cukup buruk dengan orang-orang mengetik SMS pada ponsel. Contoh kelemahan teknologi.&#8221; (don)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/baca-email-lewat-kacamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Badai Matahari = Tak bisa pakai Facebook ?</title>
		<link>http://mediaku.org/badai-matahari-tak-bisa-pakai-facebook/</link>
		<comments>http://mediaku.org/badai-matahari-tak-bisa-pakai-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 12:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Mediaku.org-Sejumlah ahli memperkirakan badai Matahari yang akan terjadi pada tahun 2012 akan mengakibatkan gangguan komunikasi berbasis radio atau gelombang pendek, komunikasi berbasis satelit, dan navigasi. Sehingga diperkirakan juga berdampak pada penggunaan telepon seluler, serta akses internet. Jadi kemungkinan besar penggunaan situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter akan terpengaruh bila badai tersebut mengarah ke bumi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_85" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/badai-matahari.gif"><img class="size-medium wp-image-85" title="Badai Matahari" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/badai-matahari-300x149.gif" alt="" width="300" height="149" /></a><p class="wp-caption-text">Badai Matahari</p></div>
<p><strong>Mediaku.org-</strong>Sejumlah ahli memperkirakan badai Matahari yang akan terjadi pada tahun 2012 akan mengakibatkan gangguan komunikasi berbasis radio atau gelombang pendek, komunikasi berbasis satelit, dan navigasi.</p>
<p>Sehingga diperkirakan juga berdampak pada penggunaan telepon seluler, serta akses internet. Jadi kemungkinan besar penggunaan situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter akan terpengaruh bila badai tersebut mengarah ke bumi dalam kelas ekstrem (X), atau bahkan medium (M) sekalipun.</p>
<p>Kepala Observatorium Bosscha Hakim L Malasan, seperti yang dilansir KCM pada Rabu (4/1/2012) mengatakan bahwa potensi terganggunya penggunaan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, serta komunikasi lewat Blackberry Messenger cukup besar.</p>
<p>&#8220;Penggunaan komunikasi lewat BBM itu sangat berpotensi mengalami gangguan dan akan sulit. Penggunaan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter juga sangat boleh jadi terganggu,&#8221; ungkap Hakim.</p>
<p>Menurut Hakim, lama gangguan komunikasi tergantung pada besarnya energi yang dilepaskan Matahari dan menuju Bumi. Jika energi cukup besar, gangguan bisa dialami berjam-jam bahkan lebih dari satu hari.</p>
<p>Meskipun tidak digambarkan seberapa besar dampaknya dan gangguan seperti apa yang akan diakibatkan oleh badai matahari tersebut, namun lebih jauh hakim menjelaskan, &#8220;Inti dari badai Matahari dari sisi sains adalah mengurangi ketergantungan kita pada elektronik dan satelit. Kita juga harus memikirkan cara-cara manual untuk berkomunikasi.&#8221;</p>
<p>Hakim mencontohkan, dunia perbankan bisa mencari alternatif cara manual sebagai antisipasi jika sesuatu terjadi. Dunia penerbangan juga harus berpikir agar pilotnya memiliki kemampuan navigasi yang baik, tidak cuma tergantung pada sistem yang sudah tersedia.</p>
<p>Badai matahari diperkirakan terjadi sepanjang tahun 2012 hingga 2013, akibat meningkatnya aktifitas Matahari. Dampak terburuk badai Matahari terkait komunikasi terjadi pada tahun 1859 yang mengakibatkan gangguan pada komunikasi lewat telegraf dan padamnya listrik di quebec, Kanada selama lebih dari 9 jam.</p>
<p>Dampak badai Matahari tersebut memang tidak bisa dicegah, sama halnya manusia tidak bisa mencegah gempa Bumi ataupun gunung meletus. Namun Manusia setidaknya bisa memikirkan alternatif untuk tetap beraktivitas walaupun ada gangguan tersebut. (kcm/don)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/badai-matahari-tak-bisa-pakai-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membersihkan Twitter dari status &#8220;sampah&#8221;</title>
		<link>http://mediaku.org/membersihkan-twitter-dari-status-sampah/</link>
		<comments>http://mediaku.org/membersihkan-twitter-dari-status-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 11:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bijak Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Panduan Mediaku kali ini akan membahas tentang Etika ber-Twitter. Seperti kita ketahui twitter adalah layanan mikroblogging yang hanya memberikan 140 karakter (termasuk spasi) sekali &#8220;ngetweet&#8221; atau update status. Twitter yang tidak memberikan fasilitas sharing foto, video apalagi games, sehingga kemampuan untuk menyampaikan pendapat secara singkat sangat diuji. Itu sebabnya, hanya status yang menarik dan penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/twitter-logo.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-78" title="twitter logo" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/twitter-logo-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Panduan Mediaku kali ini akan membahas tentang Etika ber-Twitter.</p>
<p>Seperti kita ketahui twitter adalah layanan mikroblogging yang hanya memberikan 140 karakter (termasuk spasi) sekali &#8220;ngetweet&#8221; atau update status. Twitter yang tidak memberikan fasilitas sharing foto, video apalagi games, sehingga kemampuan untuk menyampaikan pendapat secara singkat sangat diuji.</p>
<p>Itu sebabnya, hanya status yang menarik dan penting yang akan mendapat banyak penanggap dan pengikut,&#8221;follow&#8221;.</p>
<p>Namun sayanganya, untuk mendapatkan perhatian sejumlah pengguna layanan twitter seringkali terjebak dengan mengunggah hal-hal pribadi maupun menggunakan kata-kata kasar atau kotor dalam ber-twitter.</p>
<p>Apabila hal ini terjadi, dapat dipastikan bukan perhatian yang didapat, namun balasan komentar yang juga sama buruknya &#8220;komentar sampah&#8221; akan didapat. Selain itu, status &#8220;umpatan&#8221; jelas akan mempengaruhi image anda sebagai pemilik akun, bisa jadi anda akan dinilai sebagai sosok yang tidak baik.</p>
<p>Meskipun anda adalah pemilik akun twiter, bukan berarti anda bisa se-enaknya sendiri mengunggah status. Karena selain mempengaruhi pandangan orang terhadap anda (image) sebagai pemilik akun, status twitter sebaiknya juga memperhatikan kenyamanan bersama sesama pengguna.</p>
<p>Berikut adalah beberapa tips bagaimana ber-Twitter yang disarikan dalam acara E-lifestyle metroTV (10/4/2011).</p>
<p>1.Hindari unggah status twitter jika anda sedang marah! Karena orang yang upload status saat sedang marah, kemungkinan besar akan meluapkan amarahnya tersebut di Twitter.</p>
<p>2. Hindari berdebat di Twitter!  Twitter bukan media yang ideal untuk berdebat, karena memuat kalimat yang singkat. Perdebatan diruang publik di Internet akan lebih cocok dilakukan media diskusi online.</p>
<p>3. Perhatikan tanda baca! Saat ini banyak orang yang sudah tidak menggunakan tanda-tanda baca dalam menulis status atau tweet, Sehingga tak jarang orang yang salah dalam memahami makna tulisan sebuah status tweet.</p>
<p>4.Usahakan baca TM (timeline) secara utuh, sebelum mengomentari tweet orang tersebut, supaya tahu konteksnya. Jadi tidak asal reply atau retweet (RT)</p>
<p>5.Kenali followers Anda, agar anda bisa menentukan gaya bahasa yang tepat Anda gunakan. Ini penting, karena bisa saja follower Anda datang beragam kalangan, pendidikan dan usia.</p>
<p>6.Untuk membentuk sebuah image (personal branding), ngetweet lah seputar hal-hal yang dikuasai. Contohnya tentang musik, marketing, olah raga, dll.</p>
<p>7.  Dan yang terakhir adalah “be your self” atau bahasa indonesianya “jadi diri sendiri”.</p>
<p>Demikian sejumlah tips dalam ber-twitter semoga mermanfaat untuk menghindarkan akun twitter sebagai bahan umpatan &#8220;menyampah&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/membersihkan-twitter-dari-status-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia pengguna twitter tertinggi di Asia</title>
		<link>http://mediaku.org/indonesia-pengguna-twitter-tertinggi-di-asia/</link>
		<comments>http://mediaku.org/indonesia-pengguna-twitter-tertinggi-di-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 10:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda berapa banyak pengguna twitter di Indonesia ? Ternyata Indonesia tercatat sebagai pengguna layanan  Twitter paling banyak se Asia, mengalahkan negara tetangganya yang sudah maju seperti Malaysia dan Singapura. Menurut Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah, tercatat sekitar 47 juta orang Indonesia menjadi pengguna Twitter atau sekitar seperempat dari 245 juta jumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/images-Twitter.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-73" title="images Twitter" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/images-Twitter.jpg" alt="" width="113" height="113" /></a>Tahukah anda berapa banyak pengguna twitter di Indonesia ? Ternyata Indonesia tercatat sebagai pengguna layanan  Twitter paling banyak se Asia, mengalahkan negara tetangganya yang sudah maju seperti Malaysia dan Singapura.</p>
<p>Menurut Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah, tercatat sekitar 47 juta orang Indonesia menjadi pengguna Twitter atau sekitar seperempat dari 245 juta jumlah penduduk Indonesia. &#8220;Itu data yang kami dapatkan,&#8221; kata Rimaldi Firmansyah, pada konferensi Bali Annual Telkom International,  November 2011 di Ayana Jimbaran Bali.</p>
<p>Dari data statistik menunjukkan, pengguna layanan twitter di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak pertama kali diperkenalkan layanan mikro blog tersebut pada tahun 2007.</p>
<p>Jumlah pengguna Twitter maupun facebook diperkirakan semakin meningkat pesat seiring dengan rencana peningkatan layanan koneksi internet. &#8220;Kami janji tahun ini seluruh Indonesia terkoneksi dan tidak ada lagi daerah tak terjangkau televisi hingga internet,&#8221; tegasnya. Jadi, semua orang di mana pun berada tetap bisa nge-twitter dan FB-an.</p>
<p>Direktur pusat studi komunikasi dan literasi media Irvan Wahyudi, mengapresiasi meningkatnya jumlah pengguna twitter di Indonesia. Menurutnya fakta ini menunjukkan bahwa tingkat keberanian masyarakat dalam penyampaian pendapat dan berekspresi sangat tinggi.</p>
<p>Namun di sisi lain, Irvan menyayangkan bahwa masih banyak orang yang tidak memahami etika ber-twitter. &#8220;Masih banyak pengguna twitter menulis status yang isinya menyangkut hal pribadi, menjelek-jelekkan orang, atau menulis kata dan kalimat yang tidak pantas diunggah ke ruang publik,&#8221; katanya.</p>
<p>Irvan Wahyudi berharap peningkatan jumlah pengguna internet harusnya juga diimbangi dengan pemahaman bagaimana cara menggunakan media tersebut secara bijak dan itu adalah PR bersama yang harus segera diselesaikan. (don:berbagai sumber)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/indonesia-pengguna-twitter-tertinggi-di-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan biarkan anak usia -2 tahun nonton TV</title>
		<link>http://mediaku.org/jangan-biarkan-anak-usia-2-tahun-nonton-tv/</link>
		<comments>http://mediaku.org/jangan-biarkan-anak-usia-2-tahun-nonton-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 20:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bijak Media]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak media]]></category>
		<category><![CDATA[Televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Mediaku-American Academy of Pediatrics (AAP), sebuah lembaga pendidikan yang konsen di bidang kesehatan anak di Amerika, merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menonton televisi. Menurut APP, pernyataan bahwa program TV bermanfaat untuk membantu anak-anak dalam belajar ternyata tidak terbukti. Malah sebaliknya, temuan terbaru menjukkan bahwa menonton televisi justru menimbulkan masalah tidur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/anak-dan-televisi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-66" title="anak-dan-televisi" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/anak-dan-televisi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><strong>Mediaku</strong>-American Academy of Pediatrics (AAP), sebuah lembaga pendidikan yang konsen di bidang kesehatan anak di Amerika, merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menonton televisi.</p>
<p>Menurut APP, pernyataan bahwa program TV bermanfaat untuk membantu anak-anak dalam belajar ternyata tidak terbukti. Malah sebaliknya, temuan terbaru menjukkan bahwa menonton televisi justru menimbulkan masalah tidur dan tertundanya kemampuan bicara anak.</p>
<p>Rekomendasi yang disampaikan dalam sebuah konferensi bulan oktober 2011 itu, juga menyarankan agar orang tua menjauhkan anak dari televisi dan mengarahkan anaknya bermain ketimbang menonton televisi.</p>
<p>Bahkan televisi yang menjadi latar belakang dalam kegiatan anak-anak dianggap bisa mempengaruhi perkembangan anak. Karena, latar belakang suara televisi bisa mengalihkan perhatian anak dari kegiatan bermainnya yang bermanfaat. Latar belakang televisi juga kemungkinan mengalihkan perhatian orang tua karena membuat mereka tidak berbicara atau berinteraksi dengan anak-anaknya.</p>
<p>Namun sayanganya, rekomendasi tersebut sangat berkebalikan dengan fakta yang terjadi dimasyarakat umum. Menurut riset pada 2007 di Amerika, sekitar 90 persen orang tua mengatakan bahwa anak-anak mereka yang berusia kurang dari dua tahun menonton berbagai tayangan televisi. Pada usia tiga tahun, hampir sepertiga dari anak-anak tersebut mempunyai televisi di kamar tidurnya.</p>
<p>Untuk mengimbangi hal tersebut, para orang tua disarankan agar membuat strategi guna mengatur jadwal menonton televisi anak-anak mereka. Idealnya anak berusia di bawah dua tahun menonton televisi bersama-sama orang tuanya. (don)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/jangan-biarkan-anak-usia-2-tahun-nonton-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Bisa Menginspirasi Kejahatan</title>
		<link>http://mediaku.org/media-bisa-menginspirasi-kejahatan/</link>
		<comments>http://mediaku.org/media-bisa-menginspirasi-kejahatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 19:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA,SENIN-Media massa cenderung kian menginspirasi orang dalam melakukan kejahatan. Pelaku kriminalitas cenderung meniru praktik kejahatan lainnya melalui media massa. Indikasinya adalah munculnya gejala kemiripan kasus-kasus kriminalitas yang menonjol pada tahun ini. Ade Erlangga Masdiana, kriminolog dari Universitas Indonesia yang juga mengajar mata kuliah Media Massa dan Kejahatan, Sabtu (8/11) di Jakarta menerangkan, media menjadi alat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/kejahatan-TV.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-62" title="kejahatan TV" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/kejahatan-TV-300x166.jpg" alt="" width="300" height="166" /></a>JAKARTA,SENIN-Media massa cenderung kian menginspirasi orang dalam melakukan kejahatan. Pelaku kriminalitas cenderung meniru praktik kejahatan lainnya melalui media massa. Indikasinya adalah munculnya gejala kemiripan kasus-kasus kriminalitas yang menonjol pada tahun ini.</p>
<p>Ade Erlangga Masdiana, kriminolog dari Universitas Indonesia yang juga mengajar mata kuliah Media Massa dan Kejahatan, Sabtu (8/11) di Jakarta menerangkan, media menjadi alat pembelajaran bagi pelaku dalam mengemas perbuatan kriminal. Ia mencontohkan kasus-kasus pembunuhan disertai mutilasi yang belakangan muncul berkali-kali.</p>
<p>Berdasarkan catatan Litbang Kompas, sejak Januari hingga November 2008 terjadi 13 peristiwa pembunuhan dengan mutilasi di Indonesia. Angka itu tertinggi untuk periode tahunan, sejak kasus mutilasi muncul tahun 1967. Sementara itu, pada tahun 2007 hanya terjadi tujuh peristiwa mutilasi.</p>
<p>Erlangga menjelaskan, mekanisme peniruan atau imitasi terjadi baik secara langsung (direct effect) maupun tertunda (delayed effect). Pada anak-anak, media memberikan dampak langsung, seperti kasus tayangan smackdown di televisi. Bagi orang dewasa, dampaknya tertunda. ”Orang dewasa bisa melakukan hal yang sama seperti di televisi ketika ia berada pada kondisi yang serupa seperti peristiwa di televisi itu,” kata Erlangga.</p>
<p>Pemimpin Redaksi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) Arief Suditomo yang dihubungi semalam mengatakan, ”Perilaku seseorang tidak ditentukan dari pola konsumsi media yang diterima. Tidak serta-merta seseorang jadi pembunuh atau bertindak seronok setelah menonton televisi.”</p>
<p>Meskipun demikian, ia mengatakan, pihaknya menghindari pemberitaan yang bombastis dan sensasional, termasuk dalam tayangan kriminal. ”Kebijakan editorial RCTI adalah bagaimana mengadvokasi dan menginspirasi serta mendapatkan kepercayaan publik,” ujar Arief.</p>
<p>Ia mencontohkan sosok Bang Napi di Program Sergap yang diadakan untuk membangun kewaspadaan. Arief percaya sebuah berita yang baik tidak bersifat bombastis.</p>
<p>Levi Siahaan, produser feature kriminal di sebuah stasiun televisi swasta, mengatakan, tayangan kejahatan yang berlebihan memang bisa menginspirasi. ”Berita kriminal menempatkan penjahat menjadi tokoh sentral, dan seolah-olah menjadi sosok penting. Banyak reporter televisi lupa akan fungsi edukasi media,” kata Siahaan.</p>
<p>Dodo, reporter senior berita kriminal di sebuah stasiun televisi, menambahkan, liputan dan tayangan berita kriminal sudah seperti perburuan sensasi infotainment. ”Yang dicari hanya kehebohan. Dampak pemberitaan kerap diabaikan,” kata Dodo.</p>
<p>Erlangga mengatakan, pada kasus mutilasi, Sri Rumiyati (48) yang membunuh suaminya, Hendra, mengaku memutilasi karena terinspirasi Ryan, yang memutilasi Heri Santoso. Rumiyati lalu membuang sebagian potongan tubuh Hendra di dalam bus.</p>
<p>Analisis Erlangga cocok dalam kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Ny Diah oleh Agus Naser, suaminya, di tahun 1989. Dalam sidang pada 2 Desember 1989, Agus mengaku memutilasi karena terinspirasi peristiwa penemuan mayat terpotong 13 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, yang tak terungkap.</p>
<p>”Ketika mulai panik mau dikemanakan mayat itu, tiba-tiba saya ingat berita di koran tentang mayat terpotong 13 yang ditemukan di Jalan Sudirman. Lalu terlintas pikiran, kalau mayat itu saya potong-potong, tentu polisi sulit melacak,” tutur Agus dalam persidangan di PN Jakarta Pusat (Kompas, 4 Desember 1989).</p>
<p>Berdasarkan catatan Kompas, sejak tahun 1967 hingga November 2008 sudah terjadi 61 kasus mutilasi. Kasus mutilasi fenomenal yang pertama diberitakan adalah mutilasi dua warga negara Indonesia, Lily Kartika Dewi (27) dan anaknya, Iwan Kartika (5), di Hongkong. Pelakunya adalah suami Kartika, Bob Liem, juga WNI. Bob memutilasi kedua korban, lalu mencampur potongan tubuh mereka dengan semen untuk dijadikan dinding dapur di apartemennya di Hongkong.</p>
<p>Peniruan atau imitasi (copycat) kejahatan itu menurut Erlangga, merujuk pula pada teori imitasi oleh sosiolog asal Perancis, Gabriel Tarde (1843-1904). ”Society is imitation. Masyarakat selalu dalam proses meniru. Ketika orang tiap hari dicekoki nilai-nilai keras, kasar, masyarakat pada akhirnya meniru,” kata Erlangga.</p>
<p>Televisi</p>
<p>Erlangga mengatakan, media massa yang memiliki efek paling kuat terhadap masyarakat dalam hal peniruan adalah televisi. ”Karena itu, tayangan rekonstruksi kriminalitas itu sebaiknya dihentikan karena sangat berbahaya. Televisi dan juga media cetak sebaiknya tidak lagi mengangkat pemberitaan kriminalitas secara detail,” kata Erlangga.</p>
<p>Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Bimo Nugroho, penulis Dead Media Society (2005), Minggu, menyebutkan, ada hubungan erat kekerasan di tayangan televisi dengan yang terjadi di kehidupan nyata. Ia menegaskan hal itu berdasarkan hasil penelitian Leonard Eron dan Rowell Huesman terhadap berbagai program tayangan kekerasan di televisi Amerika Serikat pada akhir tahun 1990-an.</p>
<p>Eron dan Huesman mengorek akibat media pada penonton anak-anak yang tumbuh dari usia 8 tahun hingga 22 tahun kemudian. Hasilnya, tontonan kekerasan yang dinikmati pada usia 8 tahun akan mendorong aksi kriminalitas pada usia 30 tahun. (sumber:kompas.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/media-bisa-menginspirasi-kejahatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TV merusak komunikasi orang tua dan anak</title>
		<link>http://mediaku.org/tv-merusak-komunikasi-orang-tua-dan-anak/</link>
		<comments>http://mediaku.org/tv-merusak-komunikasi-orang-tua-dan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 19:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediaku.org/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah peringatan bagi orang tua yang membiarkan anaknya terlalau lama menonton televisi. Karena menurut hasil penelitian para ilmuwan di Ohio AS mengungkapkan, selain mempunyai efek buruk terhadap kesehatan, kebiasaan berlama-lama menonton TV juga bisa mempengaruhi hubungan komunikasi mereka dengan orang tua. Penelitian yang diterbitkan dalam Human Communication Research, memperlihatkan bahwa menonton TV dapat menyebabkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/nonton-TV1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-59" title="nonton TV" src="http://mediaku.org/wp-content/uploads/2012/01/nonton-TV1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ini adalah peringatan bagi orang tua yang membiarkan anaknya terlalau lama menonton televisi.</p>
<p>Karena menurut hasil penelitian para ilmuwan di Ohio AS mengungkapkan, selain mempunyai efek buruk terhadap kesehatan, kebiasaan berlama-lama menonton TV juga bisa mempengaruhi hubungan komunikasi mereka dengan orang tua.</p>
<p>Penelitian yang diterbitkan dalam Human Communication Research, memperlihatkan bahwa menonton TV dapat menyebabkan berkurangnya interaksi antara orangtua dan anak.</p>
<p>Studi yang dilakukan oleh Amy Nathanson dan Eric Rasmussen dari Ohio State University tersebut, difokuskan untuk melihat &#8216;respon ibu&#8217; ketika berkomunikasi dengan anak-anak mereka yang memiliki kebiasaan membaca buku, bermain mainan, dan menonton TV.</p>
<p>Para penulis mengeksplorasi interaksi 73 pasang ibu dan anak. Sebagian para ibu diketahui berusia 30-an dan memiliki gelar sarjana, sementara setengahnya sebagai ibu rumah tangga. Usia anak-anak berkisar antara 16 bulan sampai 6 tahun.</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, baik ibu dan anak secara acak diberikan satu dari tiga kegiatan selama sepuluh menit. Setelah itu, orang tua diminta untuk mengisi kuesioner terkait perkembangan bahasa dan kemampuan membaca serta menulis anak mereka.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok ibu dan anak yang membaca buku bersama-sama, secara signifikan mempunyai komunikasi yang lebih baik dibandingkan pasangan ibu dan anak yang menonton TV.</p>
<p>Walaupun jumlah komunikasi saat membaca buku tidak secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok ibu dan anak yang mainan alat (mobil-mobilan atau boneka). Namun, kualitas respon ibu lebih tinggi ketika anak-anak mereka membaca buku dan bermain dibandingkan menonton TV.</p>
<p>Para peneliti menemukan bahwa ketika orang tua dan anak membaca sebuah buku, mereka akan menggunakan gaya komunikasi yang lebih aktif, mengarahkan anak untuk mempelajari setiap huruf dan kata, dengan demikian meningkatkan perbendaharaan kosakata mereka dan pengetahuan tata bahasa. Sebaliknya pada kelompok ibu dan anak yang menonton TV, hanya sedikit komunikasi yang terjalin.</p>
<p>&#8220;Hal ini penting bagi kita untuk membatasi waktu menonton TV pada anak. Hilangnya komunikasi anak dengan orang tua akan berdampak buruk bagi perkembangan anak. Kami mendorong agar para orang tua mencari hiburan di luar TV,&#8221; kata peneliti.</p>
<p>Selain mempengaruhi hubungan komunikasi antara orang tua dengan akan, penelitian tersbeut juga mengungkapkan bahwa kebiasaan menonton televisi terlalu lama juga berdampak buruk pada kemampuan menulis, membaca dan bahasa anak. (don)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediaku.org/tv-merusak-komunikasi-orang-tua-dan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

